Lindungi Keanekaragaman Hayati di IKN dan Sekitar
(FGD tentang Perlindungan Keanekaragaman Hayati)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA
–
Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim bekerjasama dengan Yayasan
Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang
Perlindungan Keanekaragaman Hayati dalam rangka Mendukung Implementasi
Pembangunan Hijau di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur.
FGD ini digelar secara virtual pada Selasa
(20/04/2021) dengan menghadirkan pembicara diantaranya Sekretaris Tim
Koordinasi Pembangunan IKN Hayu Prasati, Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan
Kebijakan Wilayah dan Sektor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)
Erik Teguh Prihantono, serta Kabid Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas
Lingkungan Hidup Kaltim Fahmi Himawan.
Ketua Harian DDPI Kaltim Prof Daddy Ruhiyat
mengungkapkan pembangunan hijau telah diimplementasikan di Kaltim sejak 2010,
diawali dengan deklarasi Kaltim Green yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim,
bupati/walikota serta seluruh stakeholder terkait bersama masyarakat. Kaltim
juga ditetapkan sebagai provinsi penerima insentif dari negara-negara donor
Bank Dunia melalui program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF).
“Rencana pemindahan IKN ke Kaltim dihadapkan
pada tantangan besar aspek lingkungan terutama bagaimana pembangunan IKN itu
bisa mempertahankan keanekaragaman hayati kawasan sekitarnya, baik flora maupun
fauna. Melalui FGD ini diharapkan stakeholder terkait dan masyarakat dapat
mengetahui program pemerintah mendukung pembangunan hijau di wilayah sekitar
IKN,” ungkap Daddy.
Menurut dia, hal itu tidak saja dilakukan
didalam lokasi IKN tetapi juga dilakukan dengan mempertahankan kelestarian
hutan di kawasan sekitarnya, seperti hutan lindung Sungai Wain. Keanekaragaman
hayati di Teluk Balikpapan. Mempertahankan daya dukung dan daya tampung air di
sekitar IKN.
“Berbagai upaya itu akan membangun ikon IKN
sebagai green city dan membangun ikon Kaltim sebagai green province.
Mudah-mudahan ini menjadi perhatian pihak terkait dalam pembangunan IKN di
Kaltim ini,” harap Daddy.
Sekretaris Tim Koordinasi Pembangunan IKN
Hayu Prasati menyampaikan materi tentang prinsip pengembangan IKN dalam konteks
perlindungan lingkungan dan sistem berkelanjutan. Dijelaskan, masterplan IKN
sudah selesai disusun, yang sangat berkaitan erat dengan Kajian Lingkungan
Hidup Strategis (KLHS) Masterplan dari Kementerian LHK.
“Rekomendasi IKN dalam pembangunannya perlu
pemeliharaan dan peningkatan kemampuan ekologis serta mengendalikan pola
konsumsi agar berkelanjutan. Kawasan Delta Mahakam, Tahura Bukit Suharto, Teluk
Balikpapan, hutan lindung konservasi tetap dijaga kelestariannya. Dapat
dipastikan IKN memiliki kawasan-kawasan yang ramah lingkungan atau lingkungan
hijau,” jelasnya. (mar)